Gapoktan - Budidaya Bawang Merah

Gapoktan – Budidaya Bawang Merah

BUDIDAYA BAWANG MERAH
Dalam hal tata cara budidaya bawang merah pada dasarnya sama disetiap wilayah, tetapi di Desa Torongrejo ada sedikit perbedaan karena para petani rata-rata punya lahan kurang dari 5000 m2 lahan terasiring dan dipanen rata-rata umur 40 s/d 50 hst untuk sayur, umur 80 hst untuk bumbu menghasilkan 1,5-2 ton / 1000 m2 sehingga harus extra keras untuk memperoleh hasil yang tinggi. Berikut tata caranya :

1. Persiapan dan Pengolahan lahan
a) lahan bekas tanaman apa saja bisa yang paling baik bekasnya padi karena rata, gulma sedikit, kandungan organic banyak.
b) Lahan diolah menggunakan cultivator, lalu digulut ukuran 1m x 5m(panjang menyesuaikan) usahakan ph minimum 5 (dalam bahasa local dayungkan)
c) Lahan diairi (lep) di beri pupuk organic lalu digulut lagi (bahasa local diunggahno)
2. Penanaman
a) bibit disiapkan, dirumih (dipotong dipangkal leher)
b) di tanam dengan jarak 17cm x 17 cm diatas gulutan
3. Perawatan
a) umur 2 hst diseprot herbisida pra tumbuh
b) kadar air dilahan harus dijaga tanah jangan sampai asam
c) Pasang lem hama dengan plastic kuning secukupnya
d) Pemupukan dilakukan pada umur 7 hst , 15 hst , 30 hst dengan pupuk lengkap berimbang
e) lakukan pengamatan setiap 2 hari sekali apabila ditemukan hama atau penyakit lakukan penyemprotan di pagi hari insektisida dan fugisida (kimia atau organic sesuai keadaan tanaman)
4. Pemanenan
a) Masa panen didesa torongrejo sebagaian besar pada umur 40 hst dengan cara ditimbang 1 kiloan atau borongan
b) Rata-rata hasi panen dari bibit 1 kg menjadi 15-20 kg bawang merah sayur
5. Pemasaran
a) Hasil panen dipasarkan ke pasar karangploso, gadang dan mantung
b) Harga per kg antara Rp 4000,- s/d Rp 10.000,-
c) Mau pesan hubungi kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;